Memahami 'Bobot' dan Rata-Rata Berbobot
Secara umum, jika n bilangan $x_1, x_2, \cdots, x_n$ memiliki bobot masing-masing $w_1, w_2, \cdots, w_n$, maka:
$\frac{x_1w_1+x_2w_2+\cdots+x_nw_n}{w_1+w_2+\cdots+w_n}$
disebut rata-rata berbobot dari $n$ bilangan iniRata-rata Berbobot (weighted average). Bobot (weight) berarti tingkat pentingnya suatu data. Semakin besar bobot, semakin kuat pengaruh bagian data tersebut terhadap rata-rata akhir (seperti pada neraca fisik, beban yang lebih berat akan menarik titik tumpu mendekati dirinya).
Misalnya peserta A mendapatkan skor sangat tinggi di konten, tetapi agak lemah di efek panggung. Jika menggunakan 'rata-rata aritmetika', ia mungkin memiliki skor sama dengan peserta B yang performanya biasa saja; namun jika kita memberi bobot 0,5 untuk 'konten' dan bobot 0,2 untuk 'efek', maka skor berbobot peserta A akan unggul karena keunggulan kemampuan utamanya. Rata-rata berbobot secara nyata mencerminkan orientasi nilai khusus saat merekrut bakat.
Frekuensi sebagai Bobot: Menangani Data yang Terkumpul
Saat melakukan statistik pada data skala besar (misalnya penjualan bulanan karyawan departemen pakaian toko dalam 'Contoh 6', atau survei usia atlet lompat indah), nilai yang sama muncul berkali-kali. Pada saat itu, jumlah kemunculan (frekuensi) secara alami menjadi bobot dari nilai tersebut.
Saat mencari rata-rata dari $n$ bilangan, jika $x_1$ muncul $f_1$ kali, $x_2$ muncul $f_2$ kali, ..., $x_k$ muncul $f_k$ kali (dengan $f_1+f_2+\cdots+f_k=n$), maka rata-rata dari $n$ bilangan ini:
$\bar{x} = \frac{x_1f_1+x_2f_2+\cdots+x_kf_k}{n}$
juga disebut rata-rata berbobot dari $k$ bilangan ini, di mana $f_1, f_2, \cdots, f_k$ masing-masing disebut bobot dari $x_1, x_2, \cdots, x_k$. Dengan cara ini, target penjualan bulanan dapat menyaring gangguan dari penjualan ekstrem yang tinggi, secara akurat mencerminkan kemampuan umum sebagian besar karyawan, sehingga dapat merancang sistem insentif yang menantang namun tetap layak.
Kebijaksanaan Rata-Rata Tengah Kelompok
Ketika data dibagi secara kasar ke dalam berbagai interval (pengelompokan data), kita kehilangan nilai spesifik individu. Pada saat itu, nilai tengah kelompoknilai tengah kelompokmerujuk pada rata-rata dari dua angka ujung kelompok. Misalnya, mengalikan titik tengah interval dengan frekuensi interval tersebut membentuk pola perhitungan berbobot klasik:
$\bar{x} = \frac{11 \times 3 + 31 \times 5 + 51 \times 20 + 71 \times 22 + 91 \times 18 + 111 \times 15}{3+5+20+22+18+15}$